Minggu, 30 November 2014

Renungan Motivasi Belajar

Ada saatnya dirimu akan merasa jenuh sekolah ketika masih menjadi pelajar...
Namun suatu hari nanti ada saatnya juga dirimu akan merindukan masa-masa indah di sekolah...

Ada saatnya engkau akan merasa jenuh kuliah ketika masih menjadi mahasiswa...
Namun suatu hari nanti ada saatnya juga engkau akan merindukan suasana keseharian di kampus tercinta...
Di saat tugas sekolah dan kuliah menumpuk...
Di saat aktivitas belajar yang padat dan menyita energi dan pikiranmu...
mungkin kamu akan berpikir bahwa hari-harimu terasa melelahkan..
Namun sadari dan yakni bahwa ada saatnya nanti segala jerih payah dan lelahmu itu akan tergantikan dengan sebuah keberhasilan yang membanggakan baik untukmu sendiri dan orang-orang terdekatmu khususnya kedua orang tua...
Teruslah semangat dan bersungguh-sungguh dalam menuntut ilmu
dan sertakan ridho Allah dalam setiap langkah perjuanganmu ^__^
*Dipersembahkan untukmu para pejuang pencari ilmu (generasi masa depan bangsa )*

GOLONGAN DARAH MENENTUKAN CARA BERPIKIR

hayo yang suka nyimak info goldar yuk ikutan simak artikel berikut, insyaAllah bermanfaat ^__^
Golongan darah ternyata menentukan cara orang berpikir, berucap dan bertindak. Dan, ini berlaku untuk seluruh ras manusia. Entah itu orang Asia, Afrika, Amerika atau Australia. Kalau di Amerika dan Eropa, parameter empat kepribadian (sanguinis, melankolis, koleris dan plegmatis, hasil temuan Hippocrates) dan di Tiongkok,12 shio menjadi landasan penilaian karakter seseorang, orang Jepang lain lagi. Mereka meyakini perbedaan itu karena golongan darah. Praktek pemilihan golongan darah ini dilakukan oleh mereka pada saat akan merekrut tenaga kerja untuk kebutuhan profesional. Untuk posisi tertentu, jenis golongan darah yang dibutuhkan akan bervariasi. Karena menurut keyakinan orang Jepang, tidak semua golongan darah dapat bekerja sama baiknya di semua posisi. Ada golongan darah tertentu yang tidak cocok menduduki posisi manajer pemasaran misalnya namun sesuai menjadi manajer keuangan. Walau pun kini gagasan seperti ini perlahan-lahan mulai memudar di Jepang, namun pada waktu hampir bersamaan, di belahan barat justru mulai memerhatikan potensi penentu kepribadian berdasarkan penggolongan darah ini. Belum jelas memang apakah golongan darah ada hubungannya dengan kepribadian, tetapi orang-orang di benua Amerika justru tengah menelitinya secara lebih mendalam. Namun yang pasti, buat penemunya, Furukawa Takeji, seperti yang ditulisnya pada tahun 1927 di tesisnya "The Study of Temperament through Blood Type" yang diluncurkan di Ochanomizu Women's University, golongan darah akan memengaruhi kepribadian dan karakter seseorang secara langsung. Takeji tidak sendirian soal ini. Menurut hasil penelitian Dr Peter J. d'Adamo dalam buku "Eat Right for Your Type", ternyata ada jenis makanan tertentu yang baik dikonsumsi oleh orang dengan golongan darah tertentu, begitu juga sebaliknya. Orang yang bergolongan darah "O" misalnya, ternyata sebaiknya tidak mengkonsumsi kopi atau teh karena dapat menghambat aliran energi yang dimiliki. Untuk melengkapi referensi ini, Penulis sendiri, dalam buku karyanya "Understanding You Communication Styles", juga membahas hal senada dengan tambahan cara berkomunikasi sesuai golongan darah yang ada.
Karakter Menurut Golongan Darah
Guna memudahkan pemahaman bahwa setiap golongan darah itu memang berbeda, baiknya kita lihat distingsi karakter itu plus profesi yang sesuai dengannya berikut ini. Orang dengan golongan darah A memiliki kekuatan karakter yang mengakar kuat. Mereka bisa tetap tenang dalam krisis ketika semua orang panik menghadapi situasi serupa. Mereka cenderung menghindari konfrontasi, dan tidak terlalu nyaman berada di antara orang banyak. Terkadang cenderung menjadi pemalu dan suka mengasingkan diri. Golongan ini suka mencari keharmonisan, sangat sopan dan bertanggung jawab. Jika ada pekerjaan yang harus diselesaikan, mereka lebih suka mengerjakannya sendiri. Orang-orang dengan golongan darah ini selalu mengukir sukses dan sangat perfeksionis. Mereka juga sangat kreatif, dan paling artistik di antara semua golongan darah yang ada karena kesensitifan mereka. Mereka biasa direkrut untuk posisi direktur, manajer, kepala departemen, dan semua posisi yang bersentuhan dengan kepemimpinan. Sementara itu, orang dengan golongan darah B adalah spesialis di bidang yang digelutinya. Ketika mereka memulai sebuah proyek, mereka akan menghabiskan waktu lebih banyak untuk memahami dan mengikuti petunjuk yang diperlukan untuk itu. Mereka cenderung berpedoman pada tujuan dan mengejarnya sampai tuntas walau pun kelihatannya pekerjaan itu tidak mungkin dilakukan. Mereka cenderung kurang kooperatif dan lebih suka mengikuti peraturan dan gagasan mereka sendiri. Orang dengan golongan darah ini memberikan perhatian lebih kepada pikiran daripada perasaan mereka. Karenanya, terkadang kelihatan sangat dingin dan serius. Pekerjaan paling baik buat mereka adalah manajer keuangan, akunting, programmer, arsitektur, konsultan dan segala pekerjaan yang banyak bermain di tataran konseptual bukan operasional.
Lain lagi dengan orang-orang bergolongan darah O. Mereka adalah tipe orang yang tidak banyak ambil pusing, penuh semangat dan memiliki jiwa sosial yang tinggi. Mereka termasuk golongan orang yang paling fleksibel di antara semua golongan darah yang ada. Cepat memulai sebuah proyek namun mengalami masalah ketika melanjutkannya dan tidak jarang banyak juga yang dengan mudah menyerah di tengah jalan. Mereka selalu mengatakan apa yang ada di pikiran mereka secara langsung. Jujur. Menghargai pendapat orang lain dan suka menjadi pusat perhatian. Selain itu, orang-orang bergolongan darah O ini memiliki rasa percaya diri yang sungguh kuat. Selalu semangat dan dapat berkomunikasi berjam-jam dengan orang yang cocok. Cocok karena bisa mengikuti ritme bicara mereka yang sangat positif, konstruktif, optimistis dan motivatif. Di Jepang, golongan darah ini merupakan golongan darah kebanyakan orang disana dan paling disukai (jika diurutkan: O, A, B dan AB). Profesi yang sesuai adalah manajer pemasaran, penjualan, public relation, negosiator dan semua pekerjaan yang berkaitan dengan komunikasi publik. Mereka jagonya!
Yang terakhir, golongan darah AB. Orang dengan golongan darah ini memiliki karakteristik di kedua ujung spektrum pada waktu bersamaan (A dan B). Artinya, di satu sisi mereka pemalu, di sisi lain, sangat terbuka. Mereka dengan mudah mengubah satu sisi ke sisi yang lain. Yang positif dari mereka adalah dapat dipercaya dan bertanggung jawab. Golongan ini tidak akan keberatan membantu sepanjang sesuai dengan syarat mereka. Orang-orang dengan tipe darah ini sangat suka seni dan metafisika. Karenanya, tidak heran jika mereka itu tenang, damai dan terkesan filosofis. Mereka akan berhasil maksimal jika berada di posisi manajer Human Resource Department (HRD), penasihat corporate, manajer Corporate Social Responsibility (CSR) dan segala kedudukan yang berkaitan dengan komunikasi dan resolusi korporasi dengan shareholders mau pun stakeholders. Bahasa awamnya, ia bisa menjembatani pihak-pihak terkait, terutama dalam kondisi pelik dan konflik.
Menyadari bahwa setiap karakter berbeda karena golongan darah, pilah dan pilihlah partner kerja yang sesuai dengan kebutuhan. Karena setiap orang unik adanya. Kinerja dan prestasi kerja berbeda sesuai golongan darahnya. Ada baiknya, selalu bertanya, jika tidak mampu mendeteksi, "Apa golongan darah Anda?" dan sesuaikan gaya bicara Anda dengannya.

Pengertian Potensi Diri IQ EQ AQ dan SQ

Pengertian Potensi Diri
Setiap individu memiliki potensi diri, dan tentu berbeda setiap apa yang dimiliki antara satu orang dengan oarang lain. Potensi diri dibedaan menjadi dua bentuk yaitu potensi fisik dan potensi mental atau psikis.
Potensi fisik yang dimaksud dalam kesempatan kali ini adalah menyangkut dengan keadaan dan kesehatan tubuh, wajah, dan ketahanan tubuh, sedangkan Potensi psikis berhubungan dengan IQ (Intelegensi Quotient), EQ ( Emotional Quotient), AQ ( Addversity quotient) dan SQ ( Spiritual Quotient ).
Pengertian Potensi Diri IQ EQ AQ dan SQ
Pengertian potensi diri adalah kemampuan dan kekuatan yang dimiliki oleh seseorang baik fisik maupun mental yang dimiliki seseorang dan mempunyai kemungkinan untuk dikembangkan bila dilatih dan ditunjang dengan sarana yang baik, sedangkan diri adalah seperangkat proses atau ciri-ciri proses fisik,prilaku dan psikologis yang dimiliki.
Kekhasan potensi diri yang dimiliki oleh seseorang berpengaruh besar pada pembentukan pemahaman diri dan konsep diri. Ini juga terkait erat dengan prestasi yang hendak diraih didalam hidupnya kelak. Kekurangan dan kelebihan yang dimiliki dalam konstek potensi diri adalah jika terolah dengan baik akan memperkembangkan baik secara fisik maaupun mental. Aspek diri yang dimiliki seseorang yang patut untuk diperkembangkan antara lain:
Diri fisik : meliputi tubuh dan anggotanya beserta prosesnya.
Proses diri : merupakan alur atau arus pikiran, emosi dan tingkah laku yang konstan.
Diri sosial : adalah bentuk fikiran dan perilaku yang diadopsi saat merespon orang lain dan masyarakat sebagai satu kesatuan yang utuh.
Konsep diri : adalah gambaran mental atau keseluruhan pandangan seseorang tentang dirinya.
Potensi Diri Fisik
Potensi diri fisik adalah kemampuan yang dimiliki seseorang yang dapat dikembangkan dan dditingkatkan apabila dilatih dengan baik. Kemampuan yang terlatih ini akan menjadi suatu kecakapan, keahlian, dan ketrampilan dalam bidang tertentu. Potensi diri fisik akan semakin berkembang bila secata intens dilatih dan dipelihara.
Potensi Diri Psikis
Potensi diri psikis adalah bentuk kekuatan diri secara kejiwaan yang dimiliki seseorang dan memungkinkan untuk ditingkatkan dan dikembangkan apabila dipelajari daan dilatih dengan baik.
Bentuk potensi diri psikis yang dimiliki setiap orang adalah sebagai berikut ini :
Intelegent Quotient ( IQ ) / Kecerdasan Intelektual
Kecerdasan intelektual adalah bentuk kemampuan individu untuk berfikir,mengolah dan berusaha untuk menguasai untuk lingkungannya secara maksimal secara terarah. Menurut Laurel Schmidt dalam bukunya Jalan pintas menjadi 7 kali lebih cerdas ( Dalam Habsari 2004 : 3) membagi ilmu pengetahuan untuk kecerdasan dalam enam macam, antara lain adalah sebagai berikut:
Kecerdasan fisual / spesial ( kecerdasan gambar) : profesi yang cocok untuk tipe kecerdasan ini antra lain arsitak, seniman, designer mobil, insinyaur, designer graffis, komputer, kartunis,perancang intrior dan ahli fotografi.
Kecerdasan veerbal / linguistik ( kecerdasan Berbicara): Profesi yang cocok baagi mereka yang memiliki kecerdasan ini antara lain: pengarang atu menulis,guru.penyiar radio,peeemandu acara ,presenter, pengacara, penterjemah,pelawak.
Kecerdasan musik: Profesi yang cocok bagi yang memiliki ini adalah peenggubah lagu, pemusik, penyaanyi, disc jokey, guru seni suara, kritikus musik, ahli terapi musik, audio mixier( pemandu suara dan bunyi).
Kecerdasan logis / matematis ( Kecerdasan angka); Profesi yang cocol bagi mereka yang memiliki kecerdasan ini adalah ahli metematika ,ahli astronomi,ahli pikir, ahli forensik, ahli tata kota , penaksir kerugian asuransi,pialang saham, analis sistem komputer,ahli gempa.
Kecerdasan interpersonal ( cerdas diri ).Profesi yang cocok bagi tipe karakter manusia seperti mereka yang memiliki kecerdasan ini adalah ulama,pendeta,guru,pedagang , resepsionis ,pekerja sosial,pekerja panti asuhan, perantara dagang,pengacara, manajer konvensi, ahli melobi, manajer sumber daya manusia.
Kecerdasan intrapersonal ( cerdas bergaul ): profesi yang cocok bagi mereka yang memiliki kecerdasan ini adalah peneliti, ahli kearsipan, ahli agama, ahli budaya, ahli purbakala, ahli etika kedokteran.
Emosi Quottient ( EQ ) atau Kecerdasan Emosi
Kecerdasan emosi adalah kemampuan untuk mengenali, mengendalikan, dan menata perasaan sendiri dan orang lain secara mendalam sehingga kehadirannya menyenangkan dan didambakan oleh oaraang lain. Daniel Goleman didalam buku kecerdasan emosi memberi tujuh kerangka kerja kecakapan ini, yaitu:
Kecakapan pribadi yaitu kecakapan dalam mengelola diri sendiri.
Kesadaran diri yaitu bentuk kecakapan utuk mengetahui kondisi diri sendiri dan rasa percaya diri yang tinggi.
Pengaturan diri : yaitu bentuk kecakapan dalam mengendalikaan diri dan mengembangkan sifat dspst dipercaya , kewaspadaan , adaptabilitas, dan inovasi.
Motivasi : yaitu bentuk kecakapan untuk meraih prestasi , berkomitmen, berinisiatif, dan optimis.
Kecakapan sosial yaitu bentuk kecakapan dalam menentukan seseorang harus menangani suatu hubungan.
Empati : yaitu bentuk kecakapan untuk memahami orang lain, berorientasi pelayanan dengan mengambangakan orang lain. Mengatasi keragmana orang lain dan kesadaran politis.
Ketrampilan sosial: Yaitu betuk kecakapan dalam menggugah tenggapan yangdikrhendaki pada orang lain . kecakapan ni meliputi pengaruh , komunikasi, kepemimpinan, katalisator perubahan, manajemen konflik, pengikat jaringan, kolaboradi dan kooperasi serta kemampuan tim.
Adversity quotient ( AQ) atau kecerdasan dalam menghdapi kesulitan
Adalah bentuk kecerdasan seseorang untuk dapat bertahan dalam menghadapi kesulitan-kesulitan dan mampu mengatasi tantangan hidup. Paul G Stoltz dalam Adversity Quotient membedakan tiga tingkatan AQ dalam masyarakat :
Tinakat quitrers ( orang yang berhenti). Quiters adalah orang yang paling lemah AQ nya. Ketika ia menghadapi berbagai kesulitan hidup ,ia berhenti dan langsung menyerah.
Tingkat Campers ( Orang yang berkemah ). Campers adalah orang yang memiliki AQ sedang.Ia puas dan cukup atas apa yang telah dicapai dan enggan untuk maju lagi.
Tingkat Climbers ( orang yang mendaki ). Climbers adalah orang yang memilikiAQ tinggi dengan kemampuan dan kecerdasan yang tinggi untuk dapat bertahan menghadpi kesulitan-kesulitan dan mapu mengatasi tantangan hidup.
Spiritual Quotient ( SQ ) atau kecerdasan spiritual
Adalah sumber yang mengilhami dan melambungkan semangat seseorang dengan mengikatkan diri pada nilai-nilai kebenaran tanpa batas waktu (Agus Nggermanto,Quantum Quotient,2001). Menurut Damitri Mhayana dalam Habsari ,2004.
Ciri-ciri seseorang yang memiliki SQ tinggi adalah sebagai berikut:
Memiliki prinsip dan visi yang kuat.
Mampu melihat kesatuan dalam keaneka ragaman.
Mampu memaknai setiap sisi kehidupan.
Mampu mengelola dan bertahan dalam kessulitan dan penderitaan.
‪#‎ArtikelPendidikanGI‬ pekan ini