Selasa, 02 September 2014

Sejarah Perjalanan Olimpiade Nasional


OLIMPIADE Sains Nasional (OSN) telah berlangsung sejak tahun 2002. Penyelenggaraannya yang pertama itu dilaksanakan di Yogyakarta oleh Sub-direktorat P3MU (Pembinaan Pembaharuan Pendidikan Menengah Umum) di bawah Direktorat Pendidikan Menengah Umum, Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah, Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.

Ajang lomba di bidang Ilmu Pengetahuan itu baru diikuti oleh peserta didik SMA dari seluruh Indonesia. Peserta didik jenjang SD dan SMP baru mulai mengikutinya pada tahun 2003.

Mulai tahun 2008, peserta didik Sekolah Luar Biasa (SLB) mulai bergabung mengikuti OSN, yang pembinaannya secara nasional ditangani oleh Direktorat Pendidikan Luar Sekolah, Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah.

Keikutsertaan peserta didik SLB secara kepanitiaan berubah pada tahun 2011 menjadi terbagi dua yaitu kepesertaan
PKLK Dikdas dan PKLK Dikmen. Hal ini sebagai akibat dari dilakukannya reformasi birokrasi pada Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, nomenklatur Pendidikan Luar Biasa berubah menjadi Pendidikan Khusus dan Layanan Khusus (PKLK), yang secara
organisasi pembinaannya dibagi menjadi dua, yaitu Direktorat Pembinaan PKLK Dikdas dan Direktorat Pembinaan PKLK Dikmen.

Selain penyelenggaraan OSN, pada tahun 2008 s/d 2012 Direktorat Pembinaan SMK menyelenggarakan olimpiade sendiri dengan nama Olimpiade Sains Terapan Nasional (OSTN).

Namun pada tahun 2013, peserta didik SMK mulai bergabung ke OSN sehingga sejak itu untuk kategori peserta didik, semua jenis dan jenjang pendidikan formal bersatu menyelenggarakan OSN.

Berikut ini sejarah penyelengaraan OSTN sebelum bergabung dalam penyelenggaraan OSN tahun 2013.
1. OSTN ke -1, Tempat Penyelenggaraan Tahun 2008 di Surabaya.
2. OSTN ke -2, Tempat Penyelenggaraan Tahun 2009 di Semarang
3. OSTN ke -3, 4 dan 5, Tempat Penyelenggaraan Tahun 2010, Tahun 2011, Tahun 2012 di Jogyakarta.

Penyelenggaraan OSN semakin semarak dengan masuknya peserta dari kalangan Guru yang mulai bergabung pada tahun 2011. Sampai dengan tahun 2014 ini, pelaksanaan OSN Guru yang ditangani oleh Pusat Pengembangan Profesi Pendidik (Pusbangprodik) masih konsisten diselenggarakan setiap tahun dengan pengembangan secara bertahap pada bidang yang dilombakan.

Penyelenggaraan OSN telah menghasilkan prestasi-prestasi yang membanggakan bagi daerahnya masing-masing. Tantangan Daerah sebagai Tuan Rumah pelaksana OSN saat ini karena belum meratanya kapasitas Daerah dalam menyediakan fasilitas akomodasi
dan transportasi yang diperlukan dalam pelaksanaan OSN. Dalam hal ini diharapkan sebanyak-banyak daerah (provinsi) mampu menjadi tuan rumah penyelenggaraan OSN.

Karena saat ini daerah yang mampu menyediakan fasilitas yang diperlukan dalam pelaksanaan OSN baru, yaitu Sumatera Utara, Riau, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, Sulawesi Utara, Sulawesi Selatan dan Nusa Tenggara Barat. (Sumber : Panduan Umum OSN)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar