Selasa, 25 Maret 2014

Passing Grade SNMPTN dan SBMPTN. Adakah?

Passing grade (batas minimal) merupakan fenomena tersendiri yang popular bagi calon mahasiswa baru.Terdapat kesimpulan umum yang keliru bahwa passing grade merupakan batas minimal agar diterima di sebuah PTN. Yap keliru, karena pada dasarnya PTN maupun panitia SNMPTN (tahun depan namanya SBMPTN) tidak pernah menggunakan passing grade dalam penerimaannya.

Adapun system passing grade biasanya digunakan di PTS yang mempunyai banyak gelombang penerimaan mahasiswa. Misalnya di BINUS, di kampus yang berlokasi di Jakarta tersebut biasanya dalam setahun melaksanakan sampai sekitar sembilan gelombang penerimaan. Nah PTS yang memakai system banyak gelombang penerimaan gini yang menggunakan system passing grade. Misalnya katakan passing grade di Informatika BINUS itu 80, maka semua anak yang nilainya diatas 80 akan dinyatakan diterima sebagai mahasiswa informatika. Sehingga mungkin aja jurusan-jurusan yang favorit sudah penuh kuotanya sejak gelombang gelombang awal. Karena banyak yang minat, secara kasar maka akan semakin banyak anak yang meraih nilai diatas 80 (missal tadi) sehingga kuota akan penuh sebelum gelombang terakhir. Contoh nyata di UPN Veteran Jogja dimana terdapat empat gelombang penerimaan, tetapi sampai gelombang kedua, jurusan teknik perminyakannya sudah penuh.

Nah, system tersebut ga mungkin diterapin di SNMPTN (tahun depan namanya SBMPTN) ataupun penerimaan mandiri PTN. Sistem SNMPTN maupun ujian mandiri PTN memakai rangking, jadi sebelum mengadakan seleksi, diumumkan kuotanya terlebih dahulu, baru kemudian hasil ujian calon mahasiswa tersebut di rangking dan yang akan diterima sebatas kuota tadi bedasarkan nilai terbaik.

Selama ini passing grade yang beredar tersebut dibuat oleh bimbel, jadi angka-angka yang tertera tidak jelas asal muasalnya dan tidak bisa dipertanggungjawabkan.Yang mesti kita lakuin adalah mempersiapkan SNMPTN (tahun depan namanya SBMPTN) sebaik mungkin. Yak karena mempercayai passing grade yang ga jelas asal-usulnya sehingga mengubah keputusan kita merupakan suatu hal yang bisa jadi blunder. Blunder apabila jurusan yang kita anggap persaingannya ketat ternyata "gampang" atau sebaliknya. Blunder apabila kita ganti jurusan yang minati cuma gara-gara passing grade nya gede. Blunder apabila kita menganggap semakin tinggi passing grade, maka jurusan tersebut semakin besar peluang kerjanya/paling menjamin.

Lalu apa parameter buat mengukur tingkat ketetatan suatu jurusan? Nah disini kita lebih tepat melihat daya tampung per peminat tahun lalu untuk mengukur suatu ketetatan jurusan.Kenapa digunakan peminat tahun lalu? Karena kita ga bakal tau peminat yang akan datang, jadi diasumsikan bahwa peminat tidak akan jauh berbeda dari tahun lalu. Kenapa lebih tepat digunakan parameter tersebut? Karena apabila peminatnya banyak dan daya tampungnya kecil, maka otomatis untuk bisa lulus di jurusan tersebut akan relative lebih sulit disbanding jurusan yang peminatnya sedikit namun daya tampungnya besar.

Misalnya nih setelah kita memutuskan pengen ke FK, trus baru menentukan kira-kira kampus mana yang peluang masuknya besar, maka lihat daya tampung per kuota masing-masing PTN. Daya tampung PTN 2013 dan Peminat tahun 2012 akan diumumkan bersamaan dengan dibukanya pendaftaran SNMPTN Undangan. Jadi PR untuk nanti ketika pengumuman pembukaan pendaftaran SNMPTN adalah melihat data tampung dan pendaftar tahun lalu.

Tugas sobat sekarang dua: belajar sebaik mungkin dan tentuin minat dan jurusan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar